Wabup Gresik, Moh Qosim saat menemui mahasiswa di halaman Pemkab Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik–Mahasiswa di Kabupaten Gresik kembali menggelar aksi di Kantor Bupati Gresik, Selasa (1/10/2019). Massa gabungan dari PMII dan HMI cabang Gresik ini kembali menuntut Pemkab Gresik untuk turut menolak revisi UU KPK, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Minerba, hingga soal kebakaran hutan.

Selain itu, massa juga menuntut agar aparat keamanan tidak lagi melakukan tindakan represif terhadap massa aksi saat menyuarakan pendapatnya. Ratusan mahasiswa itu ditemui Wabup Gresik Moh Qosim dan Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo.

Koordinator lapangan aksi, Ilham Arbiansyah mengatakan, permasalahan rancangan RUU yang kini menjadi polemik tidak perlu ditunda lagi oleh pemerintah. Dia meminta pemerintah menolak UU dan RUU tersebut.

“Karena isinya sangat bertentangan dengan masyarakat,” katanya, saat menyampaikan orasi di halaman kantor Pemkab Gresik.

Selain itu, kata Ilham dalam orasinya, aparat kepolisian tidak lagi bertindaj represif kepada massa. Dia mengecam tindak represif aparat di beberapa daerah hingga menyebabkan hilangnya nyawa dan korban luka-luka.

“Aksi kami ini juga bentuk solidaritas atas tindakan represif aparat kepada mahasiswa di daerah lain,” tegas dia.

Sementara itu, Wabup Gresik Moh Qosim, mendukung tuntutan mahasiswa. Bahkan wabup dua periode ini membuat pakta integritas bermaterai yang ditanda tangani bersama Ketua Cabang PMII Gresik dan HMI Cabang Gresik.

“Kami Mendukung dan meneruskan perjuangan mahasiswa ke pusat, karena yang mempunyai kebijakan itu DPR RI,” terang Ketua DPC PKB Gresik itu. (iz/mkr)



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here