[ad_1]

Tanjungbalai , BrataPos.com – Penimbun Gas Elpiji 3 kg harus di hukum secara tegas, kerna dampak dari penimbunan Gas Elpiji ini sangat merugikan masyarakat di kalangan menengah kebawah.

Sebagaimana yang di katakan Manajemen Pertamina, meminta kepada pihak Kepolisian untuk melakukan penindakan hukum secara tegas dan tuntas kepada pelaku penyelewengan elpiji tiga kilogram (kg). Sebagaimana juga yang di jelaskan dalam Pasal 53 Huruf C Undang Undang no 22 tahun 2001 tentang Minyak, bumi dan gas menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyimpanan tanpa izin usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi 30.000.000 (tiga puluh milyar).

Di tanjungbalai ada satu perusahaan atau badan usaha yang dikelola bos yang inisial (A) yang biasa di panggil.

Bos (A) ini memiliki tempat dan gudang yang di duga melakukan penimbunan gas elpiji 3 kg. Dan di sinyalir tempat itu juga di duga melakukan pemindahan dari gas 3 kg Subsidi ke Tabung besar.

Ini hanya masih dugaan kerna muncul kecurigaan masuknya gas elpiji subsidi ke gudang itu yang mana gudang itu diketahui sebagai tempat kapal ikan. Kapal kapal ikan itu juga membutuhkan gas tabung besar untuk dibawa berlayar ke laut mencari ikan.

Jika dugaan ini benar maka Kepolisian harus segera melakukan tindakan dan pemeriksaan tempat serta melakukan pemanggilan kepada Bos pemilik usaha tersebut.

Seperti yang di katakan Ridho Damanik,SH yang juga sebagai pemerhati masyarakat untuk segera meminta kepada Kepolisian Polres Tanjungbalai segera melakukan penindakan hukum secara tegas dan tuntas kepada yang melakukan penimbunan gas elpiji subsidi tersebut dan Rido juga berharap agar kepolisian dapat memberikan efek jera kepada siapa saja yang berperilaku tidak bertanggungjawab dengan menyalahgunakan elpiji tiga kg.

Tidak hanya sampai disitu Pertamina juga selalu mengingatkan kepada seluruh kanal distribusi resmi perusahaan untuk menjaga etika usaha dan pelayanan yang baik. Terlebih lagi, elpiji tiga kg adalah barang bersubsidi oleh negara.

Reporter : Irwansyah

Editor / publisher : zai



[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here