[ad_1]

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan pernyataan bahwa Jakarta terancam tenggelam. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan beberapa daerah di Jakarta Utara yang sudah mengalami penurunan tanah, bahkan intrusi air laut yang sudah masuk ke Monas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bahkan mengatakan, penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun. Maka dari itu, masyarakat perlu mencari alternatif lain dalam mendapatkan air bersih. Karena jika terus menerus digunakan, Jakarta akan menjadi kota yang tidak layak huni.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, beberapa kota besar yang mengalami nasib sama seperti Jakarta, seperti Surabaya hingga Semarang. Bahkan khusus di Semarang, banjir rob sudah terjadi ketika musim penghujan datang.

Beberapa daerah di Jakarta Utara bahkan sudah tergenang oleh air laut. Khusus daerah yang persis berada dekat dengan laut, bahkan genangan airnya beberapa kali sudah masuk ke dalam rumah warga. Kondisi ini bisa saja akan terus meluas jika tidak adanya penanganan dan pembatasan penggunaan air tanah.

Menurut Rudy, ada beberapa hal yang menyebabkan permukaan air tanah mengalami penurunan, misalnya terlalu berlebihnya penggunaan air di dalam tanah sehingga membuat permukaan tanah ikut tergerus dan turun. Selain itu juga beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat dibangunnya banyak bangunan pencakar langit

Baca Selengkapnya: Fakta-Fakta Air Laut ‘Menyusup’ ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan

(rzy)

[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here