Jakarta, CNBC IndonesiaPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kenaikan total pendapatan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini. Akan tetapi, perolehan laba bersih perusahaan terkoreksi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengacu laporan keuangan Antam per 30 September 2019, ANTM mencatatkan kenaikan total pendapatan sebesar 22,98% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 24,54 triliun dari perolehan tahun lalu Rp 19,95 triliun.

Namun laba bersih periode Januari-September 2019 justru turun 11,08% secara tahunan menjadi Rp 561,19 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 631,13 miliar.





Mengacu laporan keuangan, komoditas emas menyumbang kontribusi penjualan terbesar mencapai Rp 17,03 triliun atau naik 27,26% dari sebelumnya Rp 13,38 triliun. Sedangkan dari sisi volume penjualan, emas ANTM tumbuh 19% YoY dari 22.388 kg menjadi 26.712 kg.

Meskipun demikian, jenis logam mulia produksi perusahaan yang membukukan kenaikan paling signifikan adalah bijih bauksit yang membukukan pertumbuhan penjualan hingga 36,02% YoY ke level Rp 475,8 miliar. Sedangkan dari sisi volume penjualan, komoditas bauksit naik sebesar 68% secara tahunan.

Sementara itu, komoditas yang menorehkan penurunan total penjualan paling dalam adalah batu bara yang anjlok 52,62% YoY, dari Rp 83,27 miliar menjadi Rp 39,45 miliar. Pelemahan harga batu baru seiring dengan koreksi harga batubara dunia akibat penurunan permintaan.

Selain emas, penjualan terbesar Antam kedua terbesar yakni dari feronikel yang penjualannya mencapai Rp 3,61 triliun, atau 15% dari total penjualan bersih. Namun pos ini turun 6,64% dari periode yang sama tahun lalu bisa mencapai Rp 3,85 triliun.

Di tengah penurunan laba bersih ini, pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (31/10/2019), harga saham perusahaan diterpa aksi jual dengan mencatatkan koreksi 4,3% ke level Rp 890/saham. Net sell asing hari ini mencapai Rp 7,03 miliar kendati dalam sepekan terakhir, asing masih masuk Rp 9,29 miliar. 

Kinerja laba ANTM tertekan kenaikan signifikan pada pos beban pokok penjualan dan beban umum yang masing-masing tercatat naik 29,87% YoY dan 26,32% YoY.

Selain itu, bagian rugi entitas asosiasi yang dicatatkan per akhir September 2019 juga membengkak hingga 56,54% secara tahunan ke level Rp 194,53 miliar dari sebelumnya hanya Rp 124,27 miliar.

Lebih lanjut, grafik di bawah ini menunjukkan bahwa sepanjang kuartal III-2019, baik pos pendapatan maupun pos laba bersih mencatatkan pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Pada kuartal III-2019, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 195,44 miliar alias naik tipis 0,7% dibandingkan dengan perolehan kuartal II-2019 yang senilai Rp 194,08 miliar.

Pada periode Juli-September itu, total pemasukan ANTM meningkat 24,28% menjadi Rp 10,11 triliun dari posisi kuartal sebelumnya yang senilai Rp 8,14 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)




>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here