TRIBUNJABAR.ID – Dalam rangka meningkatkan kehandalan kWh meter Pra Bayar, saat ini petugas PLN sedang gencar melakukan pengecekan kWh meter.

Adapun alat yang dilakukan pemeriksaan dalam hal ini salah satunya adalah APP (Alat Pengukur dan Pembatas).

APP terdiri dari Alat Pembatas (MCB) yang fungsinya membatasi daya listrik pelanggan sehingga berperan sebagai pengaman apabila terjadi Arus Hubung Singkat dan Alat pengukur (kWH meter) dimana fungsinya untuk mengukur Energi Listrik yang dipakai pelanggan.

Pengecekan kWh meter ini sangat penting karena untuk memastikan kesesuaian pemakaian listrik pelanggan dengan hasil pengukuran kWh meter.

Adanya kerusakan pada kWh meter, seperti listrik tetap menyala meski belum beli token dapat menyebabkan pelanggan membayar listrik tidak sesuai pemakaiannya.

PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Beberapa Wilayah Padam, Mulai Pukul 13.00 Sampai 16.00

Apabila hal ini terjadi, petugas PLN akan mengganti kWh tersebut secara gratis dan akan menagihkan kekurangan bayar terhadap tenaga listrik yang selama ini sudah digunakan.

Selain itu, apabila kWh meter tidak terukur dengan benar, pemakaian listrik bisa jadi melebihi daya yang dia kontrak dan ini berpotensi menyebabkan kebakaran akibat konsleting listrik.

Instalasi listrik merupakan wewenang dan tanggung jawab pelanggan, bukan PLN.

Khusus untuk pelanggan bisnis, apabila setelah dicek dan diukur kWh meternya tidak sesuai, ada kemungkinan pengukuran kWh meter tersebut lebih rendah dari pemakaian pelanggan.

Sebagai contoh misalnya yang terukur hanya 1/3 dari 220 kVa hanya diukur 130 kVa atau 150 kVa.Nah hal ini juga tentunya berdampak ketidaksesuaian antara antara biaya yang dibayarkan dengan jumlah pemakaian.





>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here