Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kinerja ekspor komoditas Kalimantan Timur diproyeksikan masih melanjutkan tren kemerosotan hingga akhir tahun ini.

Ekonom PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, anjloknya harga batu bara turut menggerus ekspor Kaltim. Apalagi, imbuhnya, kondisi global saat ini juga tidak menentu.

“Pemerintah wajib memperhatikan kondisi global yang sedang tidak menentu seperti saat ini. Kemungkinan hingga akhir tahun kinerja ekspor kita bakal turun lagi,” ungkapnya Minggu (3/11/2018).

Menurutnya ekspor utama Kaltim saat ini adalah batu bara dan kelapa sawit. Namun, dua komoditas ini juga sedang naik turun. Di sisi lain, komoditas pertanian hingga saat ini belum mampu menopang.

Dia mengharapkan kinerja penurunan ini bisa menjadi tolak ukur pemerintah dalam mendorong terciptanya peluang ekspor komoditas baru.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur kembali mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat September 2019, nilai ekspor turun sebesar 1,25%. Apabila dibandingkan dengan September 2018 mengalami penurunan sebesar 13,74%.

Data yang didapat BPS Kaltim, nilai ekspor barang migas September 2019 mencapai US$0,14 miliar, turun 5,82% dibanding Agustus 2019. Sementara ekspor barang non migas juga turun. September 2019 mencapai US$1,12 miliar, turun 0,63% dibandingkan dengan Agustus 2019.

Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur periode Januari-September 2019 mencapai USD 12,20 miliar atau turun 9,81% dibandingkan dengabln periode yang sama tahun 2018.

Dari seluruh ekspor periode Januari-September 2019, ekspor barang migas mencapai US$1,50 miliar atau turun 37,56% dan barang non migas mencapai US$10,70 miliar atau turun sebesar 3,80% dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

Nilai impor Provinsi Kalimantan Timur September 2019 mencapai US$153,76 juta atau mengalami penurunan sebesar 29,04% dibandingkan dengan impor Agustus 2019. Sementara bila dibanding September 2018 mengalami penurunan 57,31%.

Impor barang migas September 2019 mencapai US$78,82 juta, turun 49,76% dibandingkan dengab Agustus 2019. Impor barang non migas September 2019 mencapai US$74,93 juta, naik sebesar 25,36% dibandingkan dengan Agustus 2019.

Secara kumulatif nilai impor Provinsi Kalimantan Timur periode Januari-September 2019 mencapai US$1,78 miliar atau turun sebesar 45,29% dibanding periode yang sama 2018. Dari seluruh impor periode Januari-September 2019, impor barang migas mencapai US$908,49 juta atau turun 60,85% dan barang non migas mencapai US$875,19 juta atau turun sebesar 6,87% dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim





>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here