Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestami mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi untuk meningkatkan penggunaan biodiesel dalam negeri.

Menurutnya, penggunaan biodiesel adalah keharusan, bukan lagi sekadar pilihan sehingga bagaimanapun harus diterapkan. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang harus terlebih dulu diselesaikan baik itu untuk menerapkan B20 maupun B30 di 2020 mendatang.

“Kami serius dalam menerapkan bahan bakar ini. Kita tidak bisa lagi menunggu,” ujar Dono, Senin (4/11/2019).

Tantangan yang dimaksud antara lain, Pertama, berkaitan dengan kualitas produk biodiesel, khususnya dalam proses pencampuran. “Diperlukan peningkatan kualitas biodiesel dalam hal proses pencampuran,” tegas Dono.

Kedua, logistik dan infrastruktur. Antara lain berupa fasilitas penyimpanan, distribusi yang merata, dan lain-lain. Dalam hal ini diperlukan penambahan fasilitas logistik dan pencampuran.

Ketiga, kesiapan konsumen di sektor tranportasi untuk menggunakan B30. “Di sinilah dibutuhkan dukungan dari distributor dan diperlukan insentif untuk konsumen supaya menggunakan biodiesel, terutama di masa-masa awal penerapan,” jelas Dono.

Keempat, tantangan juga muncul dari para pemangku kepentingan, karena saat ini tidak semua pihak terkait mendukung penerapan kebijakan mandatori biodiesel. Dalam hal ini diperlukan sosialisasi dan edukasi agar publik memahami bahwa penggunaan energi terbarukan seperti biodiesel dari sawit ini merupakan keharusan. (*/Dry)



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here