Menteri Perdagangan Agus Suparmanto ketika menggelar konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, M.I Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (8/11). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id — Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, Jumat (8/11) menggelar konferensi pers dalam rangka menyampaikan pokok-pokok prioritas penguatan perdagangan untuk lima tahun ke depan. Mendag Agus mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan amanat dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan.


Lima tahun ke depan, Kementerian Perdagangan akan terus mendukung terwujudnya visi dan misi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) khususnya disektor perdagangan dalam menumbuhkan perekomonian.


“Pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini tercatat adalah 5,2 persen ini diharapkan dapat terus tumbuh dan kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 sampai 6 persen. Ini angka yang sangat baik. Untuk itu, kekuatan dan daya tahan perekonomian nasional tentu harus dipertajam dengan meningkatkan daya saing nasional, baik daya saing ekspor maupun jasa,” demikian dikatakan Agus ketika menggelar konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, M.I Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (8/11).


Selain itu, yang tak kalah penting diakui Agus adalah memperkuat pertumbuhan investasi, penguatan dan pengamanan perdagangan dalam negeri, serta stabilisasi harga untuk menjaga inflasi.


“Saya akan menekankan lima hal pertama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pembangunan infrastruktur, penyerdahaan regulasi, penyerhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi yang merupakan arahan langsung Bapak Presiden Joko Widodo,” beber Agus.


Terkait prioritas perdagangan, Mendag Agus mengaku mendapat mandat Presiden, yakni Kementerian Pertanian diberi tugas untuk menjaga neraca perdagangan. Untuk melakukannya, Agus mengakui bahwa Kemendag akan melakukan akses perluasan pasar dengan menyelesaikan perundingan perdagangan internasional yang dapat meningkatkan ekspor dan investasi, yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mandat kedua adalah, pengendalian impor secara selektif. Impot harus mengutaman bahan baku yang bertujuan untuk ekspor dan investasi.


“Dalam menjalankan dua mandate presiden ini, Kementerian Perdagangan akan menjalankan kebijakan utama yaitu menjaga neraca perdagangan, strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan ekspor non migas, sementara ekspor barang dan jasa ditargetkan tumbuh 4,8 sampai 8,63 persen, sedangkan ekspor non migas saja akan tumbuh 6,88 sampai 12,23 persen. Kedua mengamankan dan memperkuat pasar dalam negeri,” pungkas Agus.



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here