Jakarta, CNBC Indonesia – PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) berencana untuk menerbitkan obligasi atau surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) di tahun depan dengan potensi nilai penerbitan sebesar Rp 700 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembelian sebanyak 10 rig baru di 2020.

Direktur utama Ginting Jaya Energi Jimmy Hidayat mengatakan penerbitan surat utang ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya tender untuk pengadaan rig di blok minyak bumi dan gas di tahun depan. Sedangkan rig yang dimiliki oleh perusahaan sudah full capacity saat ini.

“Ini ada satu goals yang sedang kita planningkan, di luar dana perolehan IPO. Bisa didanai dari pendapatan tahun ini atau kita akan melakukan fund rising untuk mengambil golden time tersebut,” kata Jimmy di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dia menyebutkan, untuk menambah satu rig dibutuhkan dana kisara US$ 3 juta-US$ 5 juta. Sehingga setidaknya akan dibutuhkan dana senilai US$ 50 juta (Rp 700 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk menambah 10 rig ini.





Perusahaan membidik untuk menjalankan work over (kerja ulang) dan well services (perawatan sumur) atau WOWS di 10 titik di blok rokan yang akan dikelola oleh Pertamina mulai 2021 mendatang.

Di luar 10 rig baru di 2020, perusahaan juga menggunakan dana hasil penawaran umumnya untuk membeli tujuh rig mulai tahun ini. Dengan beroperasinya empat unit baru di awal 2020, diperkirakan perusahaan akan mengantongi pendapatan Rp 280 miliar, naik dari Rp 180 miliar yang ditargetkan di 2019.

Adapun untuk target laba bersih, Ginting Jaya memperkirakan akan bisa mengantongi 15% dari target pendapatan 2019 sedangkan di tahun depan diperkirakan akan terjadi peningkatan menjadi 30% dari target pendapatan.

Adapun hingga 30 April 2019, pendapatan perusahaan mencapai Rp 58,12 miliar, ditargetkan hingga akhir tahun pendapatan bisa mencapai Rp 185 miliar. Tumbuh dari pendapatan di tahun lalu yang mencapai Rp 168,15 miliar.

Dari sisi laba bersih, hingga akhir April perusahaan sudah mengantongi laba bersih mencapai Rp 9,63 miliar, dengan target yang dipatok di tahun ini sebesar Rp 51 miliar. Akhir 2018 perusahaan berhasil membukukan pendapatan senilai Rp 26,92 miliar. (hps/hps)




>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here