[ad_1]

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina EP menargetkan produksi minyak 85.000 barel per hari (bph) dan gas 965 juta kaki kubik per hari (million standard cubic per day/MMscfd) pada 2020.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan produksi migas di beberapa lapangan migas yang dikelola diproyeksikan mengalami penurunan, tetapi ada beberapa sumur juga yang berproduksi.

Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya memutuskan target produksi migas perusahaan relatif stabil pada tahun depan.

“Target produksi minyak Pertamina EP 85.000 bph. Kalau gas relatif stabil [sama] seperti tahun ini,” tutur Nanang di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Untuk mendukung target produksi 2020, Pertamina EP akan mengebor 108 sumur pengembangan. Selain itu, menurut Nanang, pihaknya juga akan mengebor 10 sumur eksplorasi.

Saat ini, pihaknya telah merampungkan pengeboran 85 sumur pengembangan. Hingga akhir tahun, setidaknya masih ada 12 sumur yang harus dikerjakan.

“Ada beberapa sumur yang juga dipercepat dari tahun depan. Tetapi ada juga yang tahun ini tajak, tahun depan completion,” tambahnya.

Untuk tahun depan, salah satu proyek yang berkontribusi dalam produksi migas adalah Bambu Besar dan Akasia Bagus. Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph dan berpotensi menjadi lebih besar lagi.

Selanjutnya, Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Keduanya ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I/2020.



[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here