Liputan6.com, Jakarta – Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 75 Mega Watt di Sidrap, Makassar menjadi angin segar pemanfaatan energi baru terbarukan. Sejak diresmikan pada Juli 2018, PLTB ini menambah pasokan listrik untuk PLN khususnya di Sistem Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat.

Sub Station Manager PT UPC Sidrap Bayu Energi, Hamiruddin Saguni mengatakan, dalam dua tahun terakhir, PLTB Sidrap telah memproduksi listrik lebih dari 400 Mega Watt hour (MWh). Lebih dari setengahnya diproduksi pada 2019 dan sisanya dihasilkan setelah PLTB Sidrap beroperasi secara komersial.

Dengan begitu, ada peningkatan produksi. Namun, dengan melihat data yang ada produksi energi listrik yang maksimal terjadi pada April hingga Oktober. Sementara pada November-Maret rata-rata lebih rendah.

“Penurunan produksi energi listrik ini seiring dengan musim penghujan dimana kecepatan angin sudah mulai menurun jadi bukan disebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap mengalami kerusakan,” kata Hamiruddin, di Jakarta, Senin (2/12/2019).

PLTB Sidrap yang ditopang dengan 30 turbin dan masing-masing turbin berkapasitas 2,5 MW. Hingga saat ini seluruh turbin PLTB Sidrap masih berfungsi dengan baik.

Sementara saat November hembusan angin yang rendah di wilayah PLTB Sidrap. Kondisi ini memberi kesempatan PT UPC Sidrap Bayu Energi untuk fokus pada perawatan dan perbaikan sejumlah infrastruktur penting di kebun angin ini.

“Tim ahli kami terus bekerja 24 jam setiap hari mengerjakan agenda perawatan terencana guna mempersiapkan PLTB Sidrap memasuki musim penghujan” ungkapnya.

 



>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here