TIMESJATIM, TUBAN – Warga sekitar di lokasi kawasan operasional usaha hulu migas, sumur tapen milik Pertamina Asset 4 Field Cepu, meminta lapangan kerja dan mengeluhkan ruas jalan poros akses utama pengguna jalan yang rusak parah sepanjang 2 kilo meter.

Permintaan porsi jatah pekerja lokal disampaikan saat pertemuan sosialisasi moving pada Senin (2/12/2019) siang di Bale Desa Sidoarjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Asset-Cepu-2.jpg

Selain jatah kerja, masyarakat yang diwakili perwakilan pemuda desa setempat itu juga menyinggung kerusakan parah jalan poros utama warga yang ditengarai akibat sering digunakan  kendaraan alat berat milik perusahaan Pertamina EP Asset 4 Cepu, yang beroperasi di kawasan sumur produksi migas di tapen desa setempat.

Wakil Karang Taruna Desa Sidoharjo, Abdul Wakhid menjelaskan, sampai saat ini tidak ada komunikasi dari menejemen terkait dampak perusahaan di lingkungan sosial.

Menurut Wakhid, dia kesulitan  memusyawarahkan hal tersebut dengan pihak menejemen,  mengingat tanggung jawab lingkungan sosial perusahaan di kawasan opersional perusahan.

“Kekhawatiran kami keselamatan pengguna jalan saat melintasi jalan terbelah dan bergelombang di area sumuran tersebut. Apalagi selain anak sekolah sering melintasi. Jalan itu merupakan akses utama kami,” keluhnya.

Ali Imron pemuda lain, juga mengatakan pertemuan sosialisasi dengan pemdes, pemuda dan Pertamina EP terkait kegiatan moving yang akan berlangsung beberapa Minggu di sumur sini. “Saya belum tahu apakah perwakilan pemuda dilibatkan bekerja atau tidak,” ucapnya.

Terpisah, L&R Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Angga Aria kepada Times Indonesia, mengatakan pertemuan di balai desa Sidoharjo, hanya membahas sosialisasi moving kegiatan recovery service sumur. “Pertemuan tadi sosialisasi dalam waktu dekat ini, ada pekerjaan moving alat berat pengerjaan recovery sumur,” ucapnya.

Asset-Cepu-3.jpg

Ia menepis dalam pertemuan sosialisasi moving itu, tidak membahas soal jalan rusak. Hanya saja soal keterlibatan atau permintaan pemuda untuk diikutsertakan pengerjaan servis sumur tersebut. Bukan adanya laporan permintaan perbaikan jalan poros rusak atau tanggung jawab lingkungan perusahaan.

“Belum ada laporan dari bawah terkait rusaknya jalan. Karena sosialisasi moving tadi berjalan lancar. Hanya saja pemdes dan pemuda meminta dilibatkannya tenaga lokal dalam kegiatan kami. Untuk jalan rusak akan ada duduk bersama dengan stakeholders yang ada untuk membahasnya,” jelasnya.

Ia juga menampik adannya upaya pemuda yang akan menghentikan kegiatan moving jika permintaan dari warga tidak dikabulkan. “Kegiatan migas merupakan proyek negara jadi kami memohon untuk dibantu dan didukung semua pihak,” tutupnya

Sementara dikorfirmasi, Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Afwan Daroni, terkait permintaan pemuda Desa Sidoharjo itu, dia belum memberikan jawaban karena pesan yang disampaikan belum terbaca olehnya.

Berdasar informasi yang dikumpulkan, sejumlah pemuda desa setempat yang mengikuti sosialisasi moving kegiatan Pertamina asset 4 Fiel Cepu akan melakukan penutupan akses jalan utama di kawasan sumur 04 ke sumur 06 tapen untuk menghentikan aktifitas kegiatan moving. Jika, tidak ada keterlibatan pemuda lokal dan perbaikan jalan poros akses utama bagi warga desa setempat untuk diperbaiki.

Sebatas diketahui, Pertamina Asset 4 Field Cepu dalam menjalankan aktivitas operasi lapangan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (Migas) meliputi eksplorasi, eksplotasi dan produksi di wilayah kerja pertambangan (WKP) mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur di bawah pengawasan PT Pertamina EP Asset 4. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.





>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here