BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Keberadaan sampah saat ini cukup menjadi persoalan serius bagi sejumlah daerah di tanah air.

Tidak terkecuali Kota Banjarmasin yang mencatat setiap harinya menghasilkan 600 ton sampah, sedangkan sebagiannya adalah sampah plastik .

Berangkat dari itulah, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan perlu ada gerakan masif dan terstruktur dalam memeranginya.

Terlebih melibatkan semua pihak tidak terkecuali kaum milenial, ia berharap dengan aksi nyata generasi muda memberikan tenaga baru mengatasi persoalan sampah.

Pemalak di Kabupaten HST Ini Tak Dikasih Uang, Korbannya Dilukai Pakai Senjata Tajam

Tangis Ibu Paula Verhoeven Lihat Pertemuan Baim Wong & Marshanda, Sohib Raffi Ahmad Disinggung

Isu Nikah Siri Rezky Aditya & Patricia Razer Sebelum Citra Kirana Muncul, sang Mantan Tegaskan Ini

Babak Baru Isu Perselingkuhan Nella Kharisma & Mantan Bupati Kediri, Rival Via Vallen Diperiksa

“Tentu, kaum milenial harus ikut bergerak di sini. Maka dari itu, saya merasa senang bertemu dengan kalian. Karena saya merasa seperti ada tambahan energi untuk memerangi masalah sampah terutama sampah plastik,” ungkap Ibnu, saat membuka Diskusi Publik dan Kampanye Lingkungan Berbasis Online, Selasa (3/12/2019) tadi.

Menurut Ibnu, jika ada kesadaran muncul sejak dini, maka ada harapan baru di masa mendatang dalam memperlakukan sampah sesuai harapan.

“Karena jangankan membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Dan ini merupakan milenial keren dan derajatnya naik satu tingkat,” ujarnya.

Siang itu Ibnu juga menyampaikan tentang salah satu kebijakan pihaknya tentang penanganan dan pengurangan sampah plastik.

Seperti memberlakukan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik di retail modern dan gerakan penggunaan tumbler.

Ketua Yayasan Kompas Borneo Hijau, Indra Gunawan mengatakan, diskusi publik dan kampanye lingkungan berbasis online tersebut sengaja melibatkan kaum milenial di Banjarmasin karena merupakan aset masa depan.

Menurut Indra, kesadaran harus dibangun sejak dini salah satunya dengan pendekatan kepada kaum milenial untuk membangkitkan sikap peduli terhadap lingkungan.

“Mengapa milenial, karena mereka inilah generasi masa depan. Kesadaran harus dibangun sejak dini,” tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/abdul gani)





>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here