[ad_1]

Jakarta: Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta perguruan tinggi untuk melakukan riset penyediaan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hal ini untuk mendukung keberadaan kendaraan listrik di Indonesia.
 
Manager Pemasaran PLN Unit Induk Jakarta Raya, Bobby Cristya Surya mengatakan, PLN sudah siap menyambut era kendaraan listrik. Diakuinya, kebutuhan listrik untuk kendaraan listrik sebenarnya tidak besar, hanya saja perlu disiapkan sejumlah infrastruktur untuk memperbanyak SPKLU.
 
Salah satunya dengan rencana menyediakan fasilitas SPKLU di beberapa lokasi bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Kami sudah memiliki pemikiran ke depan apa yang dibutuhkan PLN untuk mendukung (kendaraan listrik). Dari riset kami sudah bekerja sama dengan banyak pihak. Seperti BPPT dan perguruan tinggi untuk mencari formula apa yang cocok dalam menyongsong era kendaraan listrik,” kata Bobby di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bobby, keberadaan fasilitasSPKLU ini merupakan perwujudan dari Perpres Nomor 5 tahun 2019 tentang Percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Ia menambahkan, keberadaan kendaraan listrik semakin diminati masyarakat.
 
Salah satunya karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Belakangan, tren kendaraan listrik tidak hanya menggeliat pada jenis kendaraan roda empat dan dua saja, namun juga skuter listrik.
 
Terlebih lagi di era penggunaan moda transportasi publik seperti MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), dan Kereta Rel Listrik (KRL), skuter listrik semakin mendapat tempat di tengah masyarakat perkotaan.
 
“Sebab skuter listrik dapat menjadi kendaraan penghubung dari rumah ke stasiun MRT maupun LRT terdekat,” kataCEO Suara Visual Indonesia Setiawan Winarto.
 
Setiawan yang juga menjadi distributor skuter listrik Segway Ninebot ini mengatakan, kendaraan ini sangat diminati, terutama di kalangan pekerja kantoran yang biasa menggunakan moda transportasi umum. “Rata-rata usia pembeli berusia 20 tahun ke atas.User-nya banyak pekerja kantoran,” jelas Setiawan.
 
Skuter listrik, kata Setiawan, selain mudah difungsikan, juga sangat ringkas untuk dibawa masuk ke dalam transportasi publik. “Respons masyarakat memang sangat positif,” terangnya.
 
Selain mudah digunakan, skuter listrik juga memiliki kelebihan dapat menempuh jarak 25-65 km dalam satu kali masa pengisian baterai 3-4 jam. Ditambah lagi penggunaannya juga sangat aman, karena kecepatan laju skuter listrik dapat dibatasi hanya sekitar 25 km per jam.
 
“Tentu akan lebih aman lagi jika pengguna skuter listrik menggunakan helm sebagai alat pengaman utama, dan pelindung siku dan lutut sebagai pengaman opsional,” terangnya.
 
Untuk diketahui, kualitas udara DKI Jakarta beberapa bulan terakhir menjadi sorotan setelah menunjukkan indikator yang tidak sehat. Air Quality Index (AQI) pernah berada di kisaran 155 dengan konsentrasi parameter PM 2,5 63 mikrogram per meter kubik.
 
Dengan AQI tersebut, Jakarta berada di peringkat ke-6 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di antara kota-kota besar lainnya di dunia.

 

(CEU)



[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here