Disebut Sukses dalam PLTS Terapung Cirata, Uni Emirat Arab Juga Berminat Investasi di Sektor Panas Bumi

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 22 Mei 2024 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTS Terapung Cirata. (Dok. Ebtke.esdm.go.id)

PLTS Terapung Cirata. (Dok. Ebtke.esdm.go.id)

DUNIAENERGI.COM – Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan minatnya untuk menambah investasi di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi.

Selain sumber energi surya, UEA menyebut energi panas bumi sebagai sektor energi lain yang berpotensi dikembangkan dengan Indonesia.

UEA menyebut sumber energi tersebut jugaɓ memiliki keandalan sebagai sumber tenaga listrik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, hubungan Indonesia dan UEA sudah terjalin dengan baik sejak tahun 1976.

UAE merupakan mitra perdagangan dan investasi utama Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Pada 1 September 2023, Perjanjin Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-UAE CEPA) mulai berlaku.

Baca artikel lainnya di sini : Saat Geledah Rumah Adik SYL di Makassar, KPK Berhasil Amankan Beberapa Bukti Dokumen Terkait Kasusnya

Selain kerja sama perdagangan, UEA juga tertarik untuk berinvestasi dalam beberapa bidang yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, seperti pengembangan energi hijau.

Pada 9 November 2023, PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 192 MWp resmi beroperasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Baca artikel lainnya di sini : Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi, Gerakan Percepatan Tanam

Pengoperasian PLTS Terapung Cirata tersebut dapat dilaksanakan atas kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Juga Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN serta Masdar, perusahaan energi terbarukan dari UAE.

UEA memandang keberhasilan kerja sama di sektor energi dengan Indonesia melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata.

Investasi itu merupakan tanda untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang energi.

Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Al-Mazroui menyatakan pihaknya berminat meneruskan kerja sama pengembangan PLTS Cirata.

Mengingat peraturan RI saat ini memungkinkan PLTS terapung itu diperluas hingga 20 persen dari luas permukaan danau.

“Maka, kami menyatakan kepada pemerintah RI bahwa kami bisa menambah kapasitas PLTS hingga 500 megawatt dari kapasitas saat ini.”

“Ketika kita berhasil menambah 500 megawatt, Indonesia akan memiliki PLTS apung terbesar di dunia,“ ucap Al-Mazroui pada Senin (20/5/2024) malam.

Suhail Al-Mazroui menyampaikan hal tersebut dalam wawancara khusus dengan Kantor Berita Antara di Nusa Dua, Bali.

Ia menyatakan, pemerintah Indonesia telah mengakui kerja sama dengan UAE amat menguntungkan.

Karena PLTS apung tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran.

“Hari ini pun Indonesia memamerkan PLTS tersebut kepada para tamu negara sebagai sebuah keberhasilan besar,“ kata dia.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Emitentv.com dan Infotelko.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Hello.id

Berita Terkait

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung
Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah
Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu
Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara
Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)
Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi, Ini Penegasan Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri
Lebih Besar dari RKAP, PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun
Impllementasi Biodiesel 40 Persen, Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:02 WIB

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung

Sabtu, 28 Juni 2025 - 08:27 WIB

Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:09 WIB

Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu

Selasa, 8 April 2025 - 14:52 WIB

Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:56 WIB

Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)

Berita Terbaru