PULAU kecil di ujung Laut Jawa sering dianggap terpencil, namun dari tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota itu kini lahir sebuah harapan baru bagi nelayan.
Bagi masyarakat Pulau Sabira, perbaikan kapal selama ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan persoalan biaya, waktu, dan akses yang tidak mudah.
Kini, sebuah inisiatif hadir untuk menjawab tantangan itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbaikan Kapal Menjadi Beban Berat Bagi Para Nelayan Pulau
Selama bertahun-tahun, perbaikan kapal bagi nelayan Pulau Sabira harus dilakukan di pulau lain karena terbatasnya fasilitas yang tersedia di wilayah tersebut.
Kondisi itu membuat biaya yang dikeluarkan nelayan membengkak, sebab mereka tidak hanya menanggung ongkos perbaikan, tetapi juga transportasi dan sewa peralatan dengan harga tinggi.
Untuk kerusakan ringan saja, nelayan bisa mengeluarkan biaya hingga Rp350.000, angka yang cukup besar bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan harian.
Selain mahal, waktu yang terbuang juga tidak sedikit karena mereka harus menunggu lama hingga kapal bisa kembali beroperasi di laut.
Baca Juga:
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Keterbatasan inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya sebuah program pemberdayaan dari PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).
PHE OSES Sediakan Bengkel Docking Kapal Untuk Nelayan Sabira
Sejak Desember 2024, PHE OSES menghadirkan fasilitas bengkel docking kapal di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.
Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai peralatan penting seperti mesin bor, mesin las, dan mesin gerinda, yang sebelumnya sulit diakses oleh para nelayan setempat.
Tak hanya peralatan, sebuah pondok juga dibangun sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan peralatan agar selalu siap digunakan ketika nelayan membutuhkan.
Baca Juga:
Dengan adanya bengkel ini, perbaikan kapal yang sebelumnya harus dilakukan di luar pulau kini bisa ditangani langsung di Sabira dengan biaya lebih terjangkau.
Jika sebelumnya biaya mencapai Rp300.000–Rp350.000, kini cukup Rp100.000–Rp150.000 untuk perbaikan serupa, sehingga nelayan bisa menghemat biaya sekaligus waktu.
Sistem Sewa Alat Dorong Ekonomi Sosial Berkelanjutan
Program bengkel ini tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, melainkan menerapkan sistem pengelolaan berbasis sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Peralatan bengkel dapat digunakan oleh nelayan dengan sistem sewa terjangkau, sementara dana yang terkumpul dikelola kembali untuk perawatan alat dan kebutuhan kelompok nelayan.
Dengan mekanisme ini, keberadaan bengkel tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kemandirian kelompok nelayan di Sabira.
Ketersediaan peralatan yang lengkap juga membuat proses perbaikan lebih efisien, sehingga nelayan tidak perlu menunggu lama atau bergantung pada pihak luar.
Baca Juga:
Pabrik KT&G di Indonesia Raih Sertifikat “ISO 45001”
C&R Research, “K-Clinical Hub”, Mempererat Kemitraan di Indonesia
Langkah sederhana ini membuka ruang baru bagi nelayan untuk mengelola usaha perikanan mereka secara lebih mandiri, berdaya, dan berkesinambungan.
Komitmen PHE OSES Untuk Kemandirian Masyarakat Pesisir
Menurut Indra Dermawan, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat pesisir.
“Kami memahami tantangan yang dihadapi nelayan di pulau-pulau kecil, terutama perawatan kapal, sehingga hadir dengan solusi yang berkelanjutan,” ujar Indra.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar fasilitas, tetapi juga ekosistem usaha yang bisa dikelola bersama agar manfaatnya dirasakan jangka panjang.
“Kami ingin hadir sebagai mitra pembangunan, bukan hanya penyedia bantuan, sehingga manfaatnya berlanjut untuk generasi berikutnya,” kata Indra menambahkan.
Dengan prinsip keberlanjutan, PHE OSES berupaya menghadirkan program yang tidak berhenti pada bantuan semata, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian nelayan.
Kolaborasi Perusahaan Dan Masyarakat Bawa Perubahan Nyata
Inisiatif bengkel docking kapal di Pulau Sabira membuktikan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya membantu nelayan menghemat biaya, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan.
Langkah kecil berupa penyediaan fasilitas perbengkelan ternyata mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat di pulau terluar Jakarta ini.
Ke depan, kemandirian nelayan diharapkan terus tumbuh, seiring dengan dukungan berkelanjutan yang mengedepankan prinsip pemberdayaan dan keberlanjutan.
Dengan hadirnya bengkel ini, Pulau Sabira kini memiliki simbol baru bahwa harapan bagi masyarakat pesisir dapat tumbuh dari kerja sama yang sederhana namun berdampak besar.****
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center













