Ada Harga LPG Tabung 12 Kg dan 50 Kg Jauh di Bawah Harga LPG Tabung 3 Kg, Ditemukan Kementerian ESDM

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Mei 2024 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas LPG. (Dok. esdm.go)

Gas LPG. (Dok. esdm.go)

DUNIAENERGI.COM – Sidak Hotel, Restoran, dan Kafe, Kementerian ESDM Temukan Indikasi Penggunaan Gas LPG Oplosan

Kementerian ESDM Temukan Indikasi Penggunaan Gas LPG Oplosan Saat Sidak Hotel, Restoran, dan Kafe

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan telah menemukan indikasi gas LPG oplosan.

Temuan terjadi saat menggelar pihaknya sidak hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang digelar pada bulan April di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bali.

Kecurigaan tersebut karena terdapat selisih harga beli komunitas yang di bawah harga pasaran.

Yakni LPG tabung 50 kilogram sebesar Rp600 ribu sedangkan harga resmi yang dijual dari Pertamina sekitar Rp900 ribu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

“Dalam rangka pengawasan penyaluran LPG 3 kilogram ditemukan harga LPG tabung 12 kilogram dan 50 kilogram jauh di bawah harga LPG tabung 3 kilogram.”

“Seehingga ada indikasi terjadinya oplosan,” kata Dadan Kusdiana.

Untuk memitigasi sekaligus mengoptimalkan penyaluran LPG, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Dalam rangka pemberian keterangan ahli atas perkara penyalahgunaan penyaluran LPG 3 kilogram yang meningkat setiap tahun.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Pihaknya mencatat sejak tahun 2022 hingga April 2024 terdapat 23 kasus pelanggaran administrasi, dan 149 kasus pidana berupa pemindahan tabung isi gas LPG.

Lebih lanjut ia menyampaikan, selain melakukan sidak horeka, pihaknya juga rutin setiap bulannya menggelar pengawasan dan verifikasi penyaluran isi ulang LPG khususnya tabung 3 kilogram.

“Setiap bulan dilakukan stok opname untuk menghitung gain dan loss di SPPBE, verifikasi ke agen, pangkalan dan konsumen.”

“Untuk menjadi faktor koreksi dari volume LPG bersubsidi tersebut,” ujarnya.

Kementerian ESDM menargetkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minyak dan gas (migas) pada tahun 2025 mencapai Rp112,20 triliun.

Angka tersebut naik sebesar 1,8 persen dari target realisasi tahun ini yakni sebanyak Rp110,15 triliun.

Peningkatan PNBP tersebut diikuti oleh naiknya target lifting minyak bumi yang menjadi 597.000 barrel of oil per day (BOPD).

Serta lifting gas bumi menjadi 1,036 juta BOPD, dengan target harga jual minyak mentah (Indonesian Crude Oil Price/ICP) sebesar 80 dolar AS per barel.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Apakabarnews.com dan Harianbogor.com

Publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media lainnya, dapat menghubungi Jasasiaranpers.com.

WhatsApp Center: 08531555778808781555778808111157788.

Pastikan juga download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Kebutuhan Gas Bumi di Jabar Belum Terpenuhi, SKK Migas Gelar Forum Gas Bumi 2024 untuk Akselerasi
Meningkat 17 Persen di Tahun 2023, Kinerja Keuangan PT Pertamina Bukukan Laba Total Rp72,7 Triliun
Profil Simon Aloysius Mantiri, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Jadi Komisaris Utama PT Pertamina
Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi, Bappenas dan Pertamina Teken PKS
Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil
Simon Aloysius Mantiri Jadi Komisaris Utama PT Pertamina Gantikan Posisi Basuki Tjahaja Purnama
Meningkat 10 Persen Menjadi 566.000 Barreal of Oil Per Day, Produksi Minyak Pertamina Tahun 2023
Penjelasan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Terkait dengan Penurunan Produksi Minyak Secara Nasional
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:05 WIB

Kebutuhan Gas Bumi di Jabar Belum Terpenuhi, SKK Migas Gelar Forum Gas Bumi 2024 untuk Akselerasi

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:32 WIB

Meningkat 17 Persen di Tahun 2023, Kinerja Keuangan PT Pertamina Bukukan Laba Total Rp72,7 Triliun

Jumat, 14 Juni 2024 - 07:21 WIB

Profil Simon Aloysius Mantiri, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Jadi Komisaris Utama PT Pertamina

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:12 WIB

Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi, Bappenas dan Pertamina Teken PKS

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:05 WIB

Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil

Senin, 10 Juni 2024 - 16:03 WIB

Simon Aloysius Mantiri Jadi Komisaris Utama PT Pertamina Gantikan Posisi Basuki Tjahaja Purnama

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:59 WIB

Meningkat 10 Persen Menjadi 566.000 Barreal of Oil Per Day, Produksi Minyak Pertamina Tahun 2023

Jumat, 7 Juni 2024 - 07:38 WIB

Penjelasan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Terkait dengan Penurunan Produksi Minyak Secara Nasional

Berita Terbaru