Kapasitas Geotermal Kamojang Capai 235 MW Mampu Pasok Listrik untuk 260.000 Rumah Tangga di Jabar

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 27 Juni 2024 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geothetmal Kamojang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (Dok. Pge.pertamina.com)

Geothetmal Kamojang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (Dok. Pge.pertamina.com)

DUNIAENERGI.COM – Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi Kamojang saat ini sudah mencapai 235 Megawatt (MW) yang dihasilkan dari 5 unit PLTP.

Setidaknya dengan kapasitas yang besar geotermal Kamojang mampu memasok listrik untuk sekitar 260.000 rumah tangga sekitar Jawa Barat dan mengurangi emisi CO2 hingga 1,2 juta ton per tahun.

Capaian realisasi tersebut didapatkan secara aman, minim risiko dan berwawasan lingkungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya dikarenakan sebelum melakukan eksplorasi yang ekstensif akan dilakukan pendahuluan survei gaya berat.

Manajer Eksploitasi Geosains PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) R.M. Tofan Sastranegara menyampaikan hal itu, Rabu (26/6/2024)

Dia menyampaikan setelah pertemuan ke-7 Konsorsium Gayaberat Indonesia (KGI) di Kamojang, Garut, Jawa Barat.

Secara teknis risiko kegiatan eksplorasi yang ekstensif seperti kegagalan menemukan sumber daya panas bumi dapat diminimalisir.

Melalui survei gaya berat yang menggunakan peralatan sarat teknologi yakni gravimeter.

“Peralatan menjadikan metode gaya berat ini cukup powerful di geotermal karena bisa memantau kandungan / perubahan massa di bawah permukaan sehingga sustainability terjaga,” kata dia.

Atas kemanfaatan tersebut, ia menyatakan bahwa PGE siap mendukung rencana aksi KGI dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk menciptakan skema kolaborasi diseminasi informasi.

Terkait bidang gaya berat demi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Tofan menjelaskan, data gaya berat memiliki kapasitas yang penting untuk membantu menekan risiko dalam kegiatan eksplorasi panas bumi nasional.

“Ya, karena itulah gaya berat banyak digunakan untuk eksplorasi dan monitoring.”

“Khususnya di area geotermal Kamojang ini yang sudah beroperasi sejak tahun 1983,” kata Tofan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Kongsinews.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Ekspres.news dan Femme.id

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung
Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah
Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu
Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara
Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)
Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi, Ini Penegasan Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri
Lebih Besar dari RKAP, PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun
Impllementasi Biodiesel 40 Persen, Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:02 WIB

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung

Sabtu, 28 Juni 2025 - 08:27 WIB

Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:09 WIB

Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu

Selasa, 8 April 2025 - 14:52 WIB

Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:56 WIB

Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)

Berita Terbaru