Kursi Kosong Dirjen Migas Akhirnya Terisi, Ini Tugas Berat Laode Sulaeman

Setelah enam bulan kosong, jabatan Dirjen Migas kini ditempati Laode Sulaeman yang diminta mempercepat lelang migas dan swasembada energi nasional.

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi melantik Laode Sulaeman sebagai Dirjen Migas di Jakarta. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi melantik Laode Sulaeman sebagai Dirjen Migas di Jakarta. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

SUDAH lebih dari enam bulan kursi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dibiarkan kosong, membuat banyak mata gelisah menunggu siapa yang akan mendudukinya.

Kini, pada Jumat siang 29 Agustus 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia akhirnya menjawab tanda tanya itu dengan sebuah pelantikan yang dinilai sarat pesan.

Di sebuah ruangan yang penuh dengan pejabat tinggi Kementerian ESDM, Bahlil memanggil nama Laode Sulaeman.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Birokrat yang sejak awal kariernya tak pernah jauh dari dunia migas, untuk mengisi jabatan yang sempat dibiarkan menggantung.

Seorang Birokrat Migas dengan Jejak Panjang dalam Industri

Laode bukanlah wajah baru di sektor energi, sebab sejak awal ia meniti karier di lingkungan Direktorat Jenderal Migas, bahkan pernah mengabdi di Lemigas.

Sebelum naik ke kursi puncak ini, ia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, sebuah posisi yang menuntut kejelian dalam membaca arah kebutuhan energi nasional.

Proses menuju kursi dirjen pun bukan jalan tunggal, karena Laode harus bersaing dengan empat kandidat lain.

Yakni Alimuddin Baso, Julian Ambassadur Shiddiq, Mirza Mahendra, dan Noor Arifin Muhammad.

Bahlil menegaskan penunjukan Laode bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi dan mengejar swasembada.

“Beliau ini sejak masuk pegawai di ESDM pegawai di Migas, pernah di Lemigas, jadi bukan orang luar,” ujar Bahlil dengan nada meyakinkan.

Tugas Berat Menanti dari Reformasi Hingga Kolaborasi Strategis

Kekosongan kursi dirjen sejak 10 Februari 2025, setelah Achmad Muchtasyar dinonaktifkan, membuat banyak program migas tertunda dan sebagian berjalan tersendat.

Kini, Laode dipasrahi mandat besar untuk mempercepat reformasi birokrasi di sektor yang kerap dikenal lamban dalam melelang wilayah kerja migas.

Bahlil memberi penekanan bahwa salah satu tantangan mendesak adalah menyiapkan alokasi gas baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

“Kemudian juga bagaimana bisa mempersiapkan mengalokasikan gas untuk domestik maupun market kita di luar negeri agar semua bisa berjalan,” imbuh Bahlil.

Selain itu, Laode diminta menjalin kolaborasi erat dengan SKK Migas serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang memegang kunci realisasi proyek strategis migas.

Harapan Pemerintah Menghidupkan Kembali Agenda Energi Nasional

Pelantikan ini bukan hanya soal mengisi kursi kosong, melainkan sinyal politik energi bahwa pemerintah tidak ingin agenda besar Presiden Prabowo terhenti di tengah jalan.

Program ketahanan energi nasional membutuhkan eksekutor yang tidak hanya memahami teknis lapangan, tetapi juga mampu menembus hambatan regulasi yang selama ini memperlambat investasi.

Dengan latar panjang Laode di lingkungan Ditjen Migas, pemerintah berharap ada kesinambungan, bukan sekadar pergantian pejabat yang bersifat seremonial.

“Beliau punya pengalaman panjang dan memahami kultur migas dari dalam,” kata Bahlil, menekankan kembali pentingnya pengalaman teknokrat dalam menjalankan mandat besar ini.

Jalan Panjang Mewujudkan Swasembada Energi di Era Baru

Meski sudah resmi dilantik, jalan Laode tidaklah mulus, sebab sektor migas Indonesia tengah menghadapi tantangan produksi yang terus menurun di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

Reformasi birokrasi, percepatan lelang, hingga pengelolaan cadangan gas strategis akan menjadi ujian nyata bagi kepemimpinannya dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah menaruh harapan besar agar pelantikan ini bisa mengakhiri kekosongan kepemimpinan yang berpotensi memperlambat roda energi nasional.

Kini publik menunggu, apakah Laode mampu menjawab tantangan itu, ataukah kursi panas dirjen kembali menjadi batu sandungan bagi perjalanan panjang reformasi migas di Indonesia.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pertamina Drilling Catat Prestasi di Ajang TOP GRC Awards 2025
Strategi Baru Dongkrak Produksi Minyak PHR Zona 4 Hingga 30 Ribu Barel
2.045 BOPD Dari Batch Drilling, Adera Field Ubah Peta Energi Nasional
Lonjakan BBM Non-Subsidi 1,4 Juta KL, Apa Penyebabnya?
PHR Buktikan Inovasi Lokal Bisa Tembus Prestasi Dunia melalui Thorped
Dari Laut Ke Ruang Kelas, Awak Kapal Elnusa Dilatih Jadi Garda Depan
Bagaimana Pendidikan Kesetaraan PEPC dan PKBM Ubah Nasib Warga Bojonegoro
Investasi Hijau PEPC Cetak Simpul Ekonomi Baru di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 10 September 2025 - 10:59 WIB

Pertamina Drilling Catat Prestasi di Ajang TOP GRC Awards 2025

Selasa, 9 September 2025 - 09:12 WIB

Strategi Baru Dongkrak Produksi Minyak PHR Zona 4 Hingga 30 Ribu Barel

Minggu, 7 September 2025 - 15:05 WIB

2.045 BOPD Dari Batch Drilling, Adera Field Ubah Peta Energi Nasional

Kamis, 4 September 2025 - 11:24 WIB

Lonjakan BBM Non-Subsidi 1,4 Juta KL, Apa Penyebabnya?

Senin, 1 September 2025 - 15:27 WIB

PHR Buktikan Inovasi Lokal Bisa Tembus Prestasi Dunia melalui Thorped

Berita Terbaru