Masdar Group dari UEA Investasi di Ibu Kota Nusantara untuk Pengembangan Energi Terbarukan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Energi dan Infastruktur Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui pada Selasa (21/5/2024) di Nusa Dua, Bali. (Dok. Ìnfopublik.id)

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Energi dan Infastruktur Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui pada Selasa (21/5/2024) di Nusa Dua, Bali. (Dok. Ìnfopublik.id)

DUNIAENERGI.COM – Selasa (21/5/2024) dilaksanakan penandatangan kerja sama beberapa BUMN dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA).

Pertama, kemitraan Masdar dengan Pertamina Power, PLN Nusantara Power, dan Otoritas Ibu Kota Nusantara tentang pengembangan energi terbarukan.

Studi Bersama Tahap 2 PLTS terapung Cirata, dan Tahap 1 penyediaan energi terbarukan Ibu Kota Nusantara.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Menko Marves juga menyambut baik penandatanganan perjanjian kerangka kerja untuk program Pesawat Udara antara Calidus LLC dan PT Dirgantara Indonesia,.

Serta kemitraan LuLu Group dengan PT Darma Sarana Niaga, LuLu Indonesia, dan Kawasan Industri Marunda di bidang pengolahan daging dan pemberdayaan perempuan.

Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk memperjuangkan pembangunan ramah lingkungan demi masa depan dunia yang lebih berkelanjutan.

Baca artikel lainnya di sini : Program Indonesia Kompeten 2024: Meningkatkan SDM

Kesepakatan itu ditandai dengan pertemuan Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Energi dan Infastruktur Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui pada Selasa (21/5/2024) di Nusa Dua, Bali.

Sebelumnya baik Indonesia maupun UEA telah membuktikan komitmen tersebut dengan dilakukannya peletakan batu pertama Mohamed Bin Zayed – Mangrove Internasional Joko Widodo Pusat Penelitian di KuraKura Bali, pada Minggu (19/5/2024)

Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Temui Emir Qatar dan PM Qatar, Bahas Kerja Sama hingga Gaza

Peletakan batu pertama tersebut dari para pemimpin untuk mempromosikan penelitian dan inovasi bioteknologi, AI, dan pemanfaatan drone untuk pemulihan karbon biru di daerah terpencil.

“Ketika UEA terus memperjuangkan pembangunan ramah lingkungan, maka Indonesia juga siap ikut memperjuangkan hal tersebut untuk memajukan kerja sama pragmatis di bidang hijau dan energi terbarukan.”

“Juga bahan bakar penerbangan berkelanjutan, carbon capture and storage, mengurangi sampah plastik laut, ketahanan pangan, serta sovereign wealth fund,” jelas Menko Luhut.

Lebih lanjut, Menko Luhut juga menjelaskan Indonesia siap memajukan kerja sama perdagangan pertanian dari industri hortikultura dan tanaman pangan seperti Jagung, Kedelai, dan lainnya di Sumatra Utara dan Sulawesi Tengah.

“Industri kedua negara, melalui peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan-perusahaan berkualitas harus ikut berperan utama untuk mencapai masa depan kita yang berkelanjutan.

“Dengan mendorong lebih banyak perusahaan UEA untuk bermitra dengan BUMN kita miliki peluang untuk berekspansi di Indonesia dan memperluas pasar ASEAN,” tambahnya.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Emitentv.com dan Infotelko.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Hello.id

 

Berita Terkait

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung
Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah
Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu
Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara
Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)
Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi, Ini Penegasan Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri
Lebih Besar dari RKAP, PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun
Impllementasi Biodiesel 40 Persen, Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:02 WIB

Menelisik Langkah Hijau Chandra Asri Group di Pembangunan PLTS Terapung

Sabtu, 28 Juni 2025 - 08:27 WIB

Ditinggal Investor, Dua Proyek Panas Bumi PLN Dihentikan Pemerintah

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:09 WIB

Soal Bersaing dengan Pendanaan Bank Multilateral, Skema Pendanaan JETP Indonesia Dinilai Belum Mampu

Selasa, 8 April 2025 - 14:52 WIB

Seluruh Pengembangan Proyek Geothermal di Wilayah Nusa Tenggara Timur Dihentikan Sementara

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:56 WIB

Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)

Berita Terbaru