PBNU Segera Kelola Tambang Batubara Bekas PT Kaltim Prima Coal di Wilayah Tambang Kaltim

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 7 Juni 2024 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. Bkpm.go.id)

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. Bkpm.go.id)

DUNIAENERGI.COM – Izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera terbit pada pekan depan.

Sebelumnya PBNU sudah mengajukan izin usaha tersebut di wilayah tambang Kalimantan Timur.

Izin yang diberikan kepada PBNU tersebut, sebelumnya dikelola oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasinya bekas wilayah izin usaha pertambangan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (WIUP PKP2B).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan hal tersebut di Jakarta, Jumat (7/4/2024)

“Saya sudah membaca beberapa rilis PBNU, dan betul mungkin kalau tidak salah minggu depan sudah selesai urusannya,” ujar Bahlil

Menurut dia, percepatan proses perizinan tambang bagi PBNU tersebut bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan peran ormas.

“Kalau NU sudah jadi, sudah berproses. Saya akan pakai prinsip karena ini untuk tabungan akhirat, lebih cepat lebih baik,” katanya.

Ia menyampaikan, pemberian izin serupa akan diprioritaskan bagi ormas keagamaan besar lainnya, seperti Muhammadiyah, organisasi induk Kristen, Budha, serta Hindu.

Nantinya pembagian wilayah tambang itu akan disesuaikan dengan proporsi jumlah cadangan, bukan dari luas wilayah tambang.

“Tambang itu bukan dari luas areanya, tapi cadangannya. Kalau areanya besar, tapi cadangannya sedikit untuk apa.”

“Tapi kalau area tidak terlalu besar, cadangannya bagus itu yang paten,” kata Bahlil.

Sebelumnya Kementerian Investasi/BKPM mengatakan apabila memenuhi persyaratan akan terbit dalam kurun waktu 15 hari.

Permohonan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) diajukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di tambang batu bara Kalimantan Timur,

“Setelah terpenuhi, 15 hari dapat diterbitkan IUPK-nya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Yuliot Tanjung dihubungi di Jakarta, Selasa (4/6/2024).***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Harianekonomi.com dan Infoekonomi.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloupdate.com dan Apakabarbogor.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

PT Sumbawa Timur Mining Soroti Peran Penting Eksplorasi dalam Ketahanan Mineral Kritis di Minerba Convex 2025
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Proyek Nikel Hijau Raksasa Hadir, Puluhan Ribu Lapangan Kerja Menanti
Tailing 3,4 Juta Ton di IWIP Jadi Alarm: KLH Bergerak Perkuat Pengawasan
Aceh Dongkrak Royalti Tambang Nasional, Capai Rp2 Triliun Per Juli 2025
Hilirisasi Tambang Indonesia Tak Tergoyahkan, Ekspor Mentah Tetap Dilarang
Hilmi Panigoro Bangun Kembali Medco, BlackRock Ikut Bertaruh
Trump Puji Tembaga Indonesia, Tarif Impor Turun, Hilirisasi Diperkuat
Tag :

Berita Terbaru

Photo of the two parties signing the agreement

Pers Rilis

Teknologi HJT Tampil Luar Biasa di Malaysia! Risen Energy Resmikan Kerja sama Proyek PLTS Terbaru guna Mempercepat Ekspansi di Asia Tenggara

Zumana Beach Club - Bali, Indonesia

Pers Rilis

Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta

Pers Rilis

OMOWAY Raih Pendanaan Puluhan Juta Dolar AS untuk Memproduksi Massal Motor Listrik Self-Balancing Pertama di Dunia

logo

Pers Rilis

BNI Satukan Pembiayaan Perdagangan Global di Trade Innovation Finastra untuk jauh lebih mempercepat proses orientasi nasabah

Pers Rilis

Bukan Hanya Turunkan Berat Badan: GLP-1 RA, Obat Modern untuk Manajemen Obesitas Dikaitkan dengan Turunnya Belanja Alkohol dan Rokok

Pers Rilis

Ensign InfoSecurity Pertahankan Peringkat 10 Besar Managed Security Service Provider (MSSP) Global; Sukses Menjadi MSSP Terbaik di Asia Pasifik Selama Empat Tahun Berturut-turut

Berita Terkait

Jumat, 17 Oktober 2025 - 13:32 WIB

PT Sumbawa Timur Mining Soroti Peran Penting Eksplorasi dalam Ketahanan Mineral Kritis di Minerba Convex 2025

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:54 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:15 WIB

Proyek Nikel Hijau Raksasa Hadir, Puluhan Ribu Lapangan Kerja Menanti

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:54 WIB

Tailing 3,4 Juta Ton di IWIP Jadi Alarm: KLH Bergerak Perkuat Pengawasan

Senin, 28 Juli 2025 - 07:15 WIB

Aceh Dongkrak Royalti Tambang Nasional, Capai Rp2 Triliun Per Juli 2025

Berita Terbaru

Photo of the two parties signing the agreement

Pers Rilis

Teknologi HJT Tampil Luar Biasa di Malaysia! Risen Energy Resmikan Kerja sama Proyek PLTS Terbaru guna Mempercepat Ekspansi di Asia Tenggara

Jumat, 16 Jan 2026 - 05:50 WIB

Zumana Beach Club - Bali, Indonesia

Pers Rilis

Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta

Kamis, 15 Jan 2026 - 02:46 WIB

Pers Rilis

OMOWAY Raih Pendanaan Puluhan Juta Dolar AS untuk Memproduksi Massal Motor Listrik Self-Balancing Pertama di Dunia

Rabu, 14 Jan 2026 - 06:00 WIB

logo

Pers Rilis

BNI Satukan Pembiayaan Perdagangan Global di Trade Innovation Finastra untuk jauh lebih mempercepat proses orientasi nasabah

Selasa, 13 Jan 2026 - 10:48 WIB

Pers Rilis

Bukan Hanya Turunkan Berat Badan: GLP-1 RA, Obat Modern untuk Manajemen Obesitas Dikaitkan dengan Turunnya Belanja Alkohol dan Rokok

Senin, 12 Jan 2026 - 10:30 WIB