PT Pertamina Patra Niaga Ungkap Alasan Wajibkan Warga untuk Gunakan KTP Saat Pembelian LPG 3 Kg

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Mei 2024 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas LPG 3 Kilogram. (Dok. Migas.esdm.go.id)

Gas LPG 3 Kilogram. (Dok. Migas.esdm.go.id)

DUNIAENERGI.COM – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan pembelian LPG 3 kilogram mulai 1 Juni 2024 wajib menggunakan KTP.

Tujuannya disebutkan untuk memastikan pemberian subsidi yang tepat sasaran.

Ssluruh agen distribusi telah melakukan pendataan terhadap konsumen yang melakukan pembelian.

Dan mencatat dalam aplikasi atau sebuah sistem yang disebut Merchant Application atau MAP.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

“Kami laporkan bahwa per tanggal 1 Juni nantinya, pada saat akan melakukan pembelian LPG 3 kg, itu nanti akan dipersyaratkan untuk menggunakan KTP,” ujar Riva Siahaan.

Baca konten lengkapnya di sini: Diperiksa Kejaksaan Agung Lebih dari 10 Jam, Sandra Dewi Bungkam Usai Jadi Saksi Kasus Korupsi Timah

Sebanyak 253.365 pangkalan aktif menyalurkan LPG 3 kg pada April 2024.

Dari keseluruhan pangkalan tersebut, sebesar 98,8 persen telah melakukan pencatatan minimal satu kali pada Maret 2024.

Baca konten lengkapnya di sini: Termasuk Nafa Urbach, NasDem Buka Peluang Usung Kader dari Kalangan Selebritis Maju Pilkada 2024

“Update data ini adalah update data per 30 April 2024 dan ini masih bergerak di dalam penyelesaian untuk pencatatan setiap transaksinya,” kata Riva.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Sebanyak 221.615 pangkalan atau 88 persen pangkalan, kata dia, telah melakukan pencatatan transaksi sebesar 100 persen realisasi penyaluran pada Maret 2024.

“Secara juta tabung, itu sampai 30 April, 98 persen transaksi itu sudah dicatatkan ke dalam merchant application,” ucap dia.

Dampak daripada pencatatan ini, lanjut Riva, sudah ada 41,8 juta NIK yang mendaftar di subsidi tepat LPG, di mana 85,9 persen pendaftarnya, atau sekitar 35,9 juta NIK berasal dari sektor rumah tangga.

Lebih lanjut terdapat sektor usaha mikro sebanyak 5,8 juta NIK; diikuti pengecer sebanyak 70,3 ribu NIK; nelayan sasaran sebanyak 29,6 ribu NIK; dan petani sasaran sebanyak 12,8 ribu NIK.

Riva menjelaskan bahwa jumlah konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang melakukan transaksi masih terus bertambah selama periode Januari–April 2024.

“Untuk sektor petani sasaran dan nelayan sasaran, itu cukup stagnan,” kata Riva.***

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Mediaemiten.com dan Pangannews.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Apakabarindonesia.com

Berita Terkait

Kebutuhan Gas Bumi di Jabar Belum Terpenuhi, SKK Migas Gelar Forum Gas Bumi 2024 untuk Akselerasi
Meningkat 17 Persen di Tahun 2023, Kinerja Keuangan PT Pertamina Bukukan Laba Total Rp72,7 Triliun
Profil Simon Aloysius Mantiri, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Jadi Komisaris Utama PT Pertamina
Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi, Bappenas dan Pertamina Teken PKS
Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil
Simon Aloysius Mantiri Jadi Komisaris Utama PT Pertamina Gantikan Posisi Basuki Tjahaja Purnama
Meningkat 10 Persen Menjadi 566.000 Barreal of Oil Per Day, Produksi Minyak Pertamina Tahun 2023
Penjelasan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Terkait dengan Penurunan Produksi Minyak Secara Nasional
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:05 WIB

Kebutuhan Gas Bumi di Jabar Belum Terpenuhi, SKK Migas Gelar Forum Gas Bumi 2024 untuk Akselerasi

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:32 WIB

Meningkat 17 Persen di Tahun 2023, Kinerja Keuangan PT Pertamina Bukukan Laba Total Rp72,7 Triliun

Jumat, 14 Juni 2024 - 07:21 WIB

Profil Simon Aloysius Mantiri, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Jadi Komisaris Utama PT Pertamina

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:12 WIB

Kembangkan Kebijakan Energi Berkelanjutan untuk Ketahanan Energi, Bappenas dan Pertamina Teken PKS

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:05 WIB

Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil

Senin, 10 Juni 2024 - 16:03 WIB

Simon Aloysius Mantiri Jadi Komisaris Utama PT Pertamina Gantikan Posisi Basuki Tjahaja Purnama

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:59 WIB

Meningkat 10 Persen Menjadi 566.000 Barreal of Oil Per Day, Produksi Minyak Pertamina Tahun 2023

Jumat, 7 Juni 2024 - 07:38 WIB

Penjelasan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Terkait dengan Penurunan Produksi Minyak Secara Nasional

Berita Terbaru